Cegah Bencana Longsor, Karang
Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon
LEWOLEBA,FBC- Puluhan anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute,
Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program
penghijauan ini didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di Desa Lamagute, Sabtu (8/2)
sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan Mahoni ditanam di perbukitan yang
berada tepat diatas permukiman warga. Aksi tanam pohon ini guna mencegah
bencana tanah longsor dan gulingan batu.
“Aksi ini sebagai wujud nyata dari kecintaan terhadap
kampung. Kegiatan ini merupakan program perdana setelah kami dilantik menjadi
ketua Karang Taruna. Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang
mendukung kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau bukit tempat mereka menanam pohon
itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah
yang labil selalu mengamcam warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya
gulingan batu dari atas bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada
dekat di kaki bukit.
“Desa ini selain berada di kaki gunung Ile Lewotolok,
juga berhadapan dengan gunung Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga
desa kami rawan gempa. Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit
terguling dan menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis
Sira Manuk.
Menurutnya, bukit yang ditanami pohon itu merupakan
kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung program sejuta pohon dari Pemerintah
Kabupaten Lembata. Dia berharap kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini,
bukan sekedar membangun budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus
lestari dan dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola
kepada floresbangkit.com dari atas bukit penghijauan
mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa lain disekitarnya selalu menjadi
incaran bencana longsor setiap tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat
untuk mencegah terjadinya bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas pengamatannya itu,
Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak untuk membangun kembali
kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam, tentu kita akan kasih
tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh nanti untuk mereka juga. Jadi
selain untuk menguatkan struktur tanah, juga diharapkan akan berdampak ekonomi
bagi warga di masa yang akan datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi, untuk mewujudkan visi dan misi,
Yayasan Mensa fokus pada kegiatan pencegahan bencana dengan program-program
penghijaun, terutama disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile
Lewotolok. (Yogi Making)
Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon
09/02/2014 by BEN
No Comments
Ketua Karang Taruna Oga desa Lamagute Lodan
Paulus Sabon Lelaona saat memantau anggotanya sedang menanam pohon (Foto
: FBC/Yogi Making).
LEWOLEBA,FBC- Puluhan
anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur,
Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini
didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di
Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan
Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga.
Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan
batu.
“Aksi ini sebagai
wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan
program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna.
Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung
kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau
bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon
Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam
warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas
bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki
bukit.
“Desa ini selain
berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung
Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa.
Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan
menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira
Manuk.
Menurutnya, bukit yang
ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung
program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap
kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun
budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan
dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com
dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa
lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap
tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya
bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas
pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak
untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan
bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam,
tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh
nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah,
juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan
datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi,
untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan
pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama
disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)
Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon
09/02/2014 by BEN
No Comments
Ketua Karang Taruna Oga desa Lamagute Lodan
Paulus Sabon Lelaona saat memantau anggotanya sedang menanam pohon (Foto
: FBC/Yogi Making).
LEWOLEBA,FBC- Puluhan
anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur,
Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini
didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di
Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan
Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga.
Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan
batu.
“Aksi ini sebagai
wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan
program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna.
Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung
kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau
bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon
Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam
warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas
bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki
bukit.
“Desa ini selain
berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung
Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa.
Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan
menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira
Manuk.
Menurutnya, bukit yang
ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung
program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap
kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun
budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan
dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com
dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa
lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap
tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya
bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas
pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak
untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan
bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam,
tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh
nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah,
juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan
datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi,
untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan
pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama
disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar