Senin, 08 Desember 2014

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

LEWOLEBA,FBC- Puluhan anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga. Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan batu.
“Aksi ini sebagai wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna. Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki bukit.
“Desa ini selain berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa. Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira Manuk.
Menurutnya, bukit yang ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam, tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah, juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi, untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

 
Ketua Karang Taruna Oga desa Lamagute Lodan Paulus Sabon Lelaona saat memantau anggotanya sedang menanam pohon (Foto : FBC/Yogi Making).
LEWOLEBA,FBC- Puluhan anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga. Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan batu.
“Aksi ini sebagai wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna. Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki bukit.
“Desa ini selain berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa. Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira Manuk.
Menurutnya, bukit yang ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam, tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah, juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi, untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)
- See more at: http://www.floresbangkit.com/2014/02/cegah-bencana-longsor-karang-taruna-oga-lodan-tanam-seribu-pohon/#sthash.49EDS7qL.dpuf

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

 
Ketua Karang Taruna Oga desa Lamagute Lodan Paulus Sabon Lelaona saat memantau anggotanya sedang menanam pohon (Foto : FBC/Yogi Making).
LEWOLEBA,FBC- Puluhan anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga. Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan batu.
“Aksi ini sebagai wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna. Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki bukit.
“Desa ini selain berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa. Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira Manuk.
Menurutnya, bukit yang ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam, tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah, juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi, untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)
- See more at: http://www.floresbangkit.com/2014/02/cegah-bencana-longsor-karang-taruna-oga-lodan-tanam-seribu-pohon/#sthash.49EDS7qL.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar