LSM - PKBM MENSA

Selasa, 30 Desember 2014

Komunitas Karyawan Muda Katolik Keuskupan Agung Jakarta Home Tentang Kami Kegiatan Berita Bacaan Gallery Hubungi Kami « [Jadwal] Misa Taize Akhir Tahun St. Laurensius Jadwal Misa Pekan Suci Paroki Se-KAJ 2012 » Renungan Akhir Tahun & Resolusi Tahun Baru 2011 Waktu adalah sesuatu yang tak terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita telah lelah untuk beranjak dari tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah ke depan sekalipun kita telah kehilangan semangat dalam mengarungi kehidupan ini. Tapi inilah realitas dari kehidupan, ketika kita merasa telah berjuang begitu keras, ternyata masih banyak kerikil tajam yang masih mengganjar di setiap langkah kita, ketika kita telah berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, apalagi ketika kita memasuki tahun-tahun penuh tantangan seperti ini. Di keluarga, ketika kita didudukan sebagai anak, kita merasa kurang mendapat perhatian dari orang tua, dan sebaliknya sebagai orang tua, kita merasa anak zaman sekarang sangat sulit dididik, walaupun kita telah berupaya melakukan terbaik untuknya, lalu ketika usia kita beranjak senja, sebagai opa dan oma, kita merasa ditinggali dan terabaikan, kita kesepian. Di pekerjaan, ketika kita didudukan sebagai karyawan, kita merasa tenaga kita telah diperas habis oleh perusahaan dan sebaliknya sebagai pemilik perusahaan, kita merasa karyawan kita kurang berdedikasi dan tidak bertanggungjawab, dan hanya pintar menuntut. Dan ketika hal itu terjadi pada diri kita, ketika kita dibenturkan dengan masalah-masalah tersebut, kita merasa sebagai makhluk yang paling malang, sebagai insan yang paling menderita di dunia.Kita pun segera bertanya-tanya, mengapa alam begitu tidak adil, mengapa kita harus terlahir menanggung derita-derita yang berkepanjangan ini? Ketika rentetan peristiwa datang bertubi-tubi dan pertanyaan itu tak terjawabkan, kita dilanda rasa frustasi yang teramat sangat, kita merasa begitu lelah, kita merasa terabaikan, tubuh kita seakan mati rasa, denyut nadi kita berhenti sesaat, kita segera terjebak dalam ruang gelap yang tidak pernah kita tahu kapan berakhirnya.Lalu, sebelum semuanya semakin kelam, mari kita katup mata kita dan buka hati kita, mari kita manfaatkan waktu ini untuk merenung, menelaah dan mencari pencerahan dari cerita kecil ini, sang tukang kayu dalam kisah ini mungkin akan membangunkan hati kita. Tidakkah hidup seringkali terasa membosankan? Hampa dan tak bermakna? Hari-hari dalam kehidupan ini kita lalui begitu saja. Lewat tanpa disadari. Kita berubah menjadi seperti mesin. Dengan letupan-letupan sesaat. Bergerak terus hingga waktu membuat kita aus, berkarat lalu perlahan-lahan rusak dan mati. Tetapi jika kita adalah mesin, apakah gunanya pemikiran kita? Apakah fungsinya kesadaran kita? Tidakkah seharusnya kita jelajahi hidup untuk mencari kebenaran. Untuk membuktikan keberadaan kita di dunia ini. Dan kita dapat menghindari penderitaan dengan menyatakan kejujuran. Mengapa kita harus melarikan diri dengan berpura-pura bahwa segalanya abadi? Mengapa kita harus menyembunyikan duka lara kita masing-masng? Penderitaan memang dapat terjadi karena hal-hal yang di luar jangkauan kita. Lingkungan kita, orang lain, ketidak mampuan kita atau karena sistim yang membelenggu dengan aturan-aturan yang tidak adil. Tetapi jauh lebih sering, ternyata, bahwa penderitaan kita berasal dari diri kita sendiri. Dari pola pikir kita. Dari keinginan-keinginan kita. Dari nafsu dan ambisi kita. Dari ketidak mampuan kita untuk menilai dan memahami dunia di luar diri kita. Dan dari kegagalan kita untuk mencapai sasaran-sasaran yang kita inginkan. Kita terbui dalam ruang sempit ke-AKU-an sehingga gagal melihat banyak hal di luar dinding ke-AKU-an kita. Banyak hal yang baik pun yang buruk. Yang harum pun yang busuk. Yang indah pun yang jelek. Hidup bukanlah sebuah mimpi. Hidup adalah kenyataan yang mesti dialami bersama dunia seluruhnya. Kita dituntut untuk menyadari hal itu. Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh.Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya. Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya. Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ” akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan.Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”. Bukankah kita seperti tukang kayu ini, kita kadang-kadang lupa bahwa kita adalah pembuat rumah untuk diri kita sendiri.Ketika kita membangun rumah masa depan kita dengan sembrono, kita akan mendapatkan rumah yang mungkin kita tidak sukai, tapi itulah rumah yang harus kita tempati, rumah yang kita bangun dengan ayunan tangan kita. Kita boleh merasa kecewa ketika kita mendapati kenyataan bahwa rumah kita tidak seindah yang kita impikan, bahkan reok. Kita boleh merasa kecewa ketika kita harus melalui kehidupan yang tidak menyenangkan, tapi inilah realitas hidup, sedih yang berkepanjangan tidak akan mengubah rumah yang telah kita bangun dengan tangan kita sendiri, oleh karma yang telah kita tanamkan. Lalu, mari kita kembali pada kehidupan kita yang keras, yang penuh tantangan, ketika segalanya berubah menjadi kacau dan tidak terkendali, ketika kita begitu frustasi. Saat ini, kita masih diberi waktu untuk mengubah rumah masa depan kita, kita masih diberi waktu untuk memperindah setiap sudut ruangan hati kita. Mari kita kembali renungkan apa yang telah kita perbuat selama ini, bagaimana kita membangun rumah kita, seberapa baik kita telah membangun masa depan kita? Disadari atau tidak, kita dapat membangun rumah kecil kita melalui hal-hal sederhRenungan Akhir Tahun & Resolusi Tahun 2014ana, kita dapat membangunnya melalui pelukan kita pada mama


Renungan Akhir Tahun & Resolusi Tahun 2014


Waktu adalah sesuatu yang tak terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita telah lelah untuk beranjak dari tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah ke depan sekalipun kita telah kehilangan semangat dalam mengarungi kehidupan ini.


Tapi inilah realitas dari kehidupan, ketika kita merasa telah berjuang begitu keras, ternyata masih banyak kerikil tajam yang masih mengganjar di setiap langkah kita, ketika kita telah berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, apalagi ketika kita memasuki tahun-tahun penuh tantangan seperti ini.


Di keluarga, ketika kita didudukan sebagai anak, kita merasa kurang mendapat perhatian dari orang tua, dan sebaliknya sebagai orang tua, kita merasa anak zaman sekarang sangat sulit dididik, walaupun kita telah berupaya melakukan terbaik untuknya, lalu ketika usia kita beranjak senja, sebagai opa dan oma, kita merasa ditinggali dan terabaikan, kita kesepian.


Di pekerjaan, ketika kita didudukan sebagai karyawan, kita merasa tenaga kita telah diperas habis oleh perusahaan dan sebaliknya sebagai pemilik perusahaan, kita merasa karyawan kita kurang berdedikasi dan tidak bertanggungjawab, dan hanya pintar menuntut. Dan ketika hal itu terjadi pada diri kita, ketika kita dibenturkan dengan masalah-masalah tersebut, kita merasa sebagai makhluk yang paling malang, sebagai insan yang paling menderita di dunia.Kita pun segera bertanya-tanya, mengapa alam begitu tidak adil, mengapa kita harus terlahir menanggung derita-derita yang berkepanjangan ini?


Ketika rentetan peristiwa datang bertubi-tubi dan pertanyaan itu tak terjawabkan, kita dilanda rasa frustasi yang teramat sangat, kita merasa begitu lelah, kita merasa terabaikan, tubuh kita seakan mati rasa, denyut nadi kita berhenti sesaat, kita segera terjebak dalam ruang gelap yang tidak pernah kita tahu kapan berakhirnya.Lalu, sebelum semuanya semakin kelam, mari kita katup mata kita dan buka hati kita, mari kita manfaatkan waktu ini untuk merenung, menelaah dan mencari pencerahan dari cerita kecil ini, sang tukang kayu dalam kisah ini  mungkin akan membangunkan hati kita.

Tidakkah hidup seringkali terasa membosankan? Hampa dan tak bermakna? Hari-hari dalam kehidupan ini kita lalui begitu saja.
Lewat tanpa disadari. Kita berubah menjadi seperti mesin. Dengan letupan-letupan sesaat. Bergerak terus hingga waktu membuat kita aus, berkarat lalu perlahan-lahan rusak dan mati. Tetapi jika kita adalah mesin, apakah gunanya pemikiran kita? Apakah fungsinya kesadaran kita? Tidakkah seharusnya kita jelajahi hidup untuk mencari kebenaran. Untuk membuktikan keberadaan kita di dunia ini. Dan kita dapat menghindari penderitaan dengan menyatakan kejujuran. Mengapa kita harus melarikan diri dengan berpura-pura bahwa segalanya abadi? Mengapa kita harus menyembunyikan duka lara kita masing-masng?

Penderitaan memang dapat terjadi karena hal-hal yang di luar jangkauan kita. Lingkungan kita, orang lain, ketidak mampuan kita atau karena sistim yang membelenggu dengan aturan-aturan yang tidak adil. Tetapi jauh lebih sering, ternyata, bahwa penderitaan kita berasal dari diri kita sendiri. Dari pola pikir kita. Dari keinginan-keinginan kita. Dari nafsu dan ambisi kita. Dari ketidak mampuan kita untuk menilai dan memahami dunia di luar diri kita. Dan dari kegagalan kita untuk mencapai sasaran-sasaran yang kita inginkan. Kita terbui dalam ruang sempit ke-AKU-an sehingga gagal melihat banyak hal di luar dinding ke-AKU-an kita. Banyak hal yang baik pun yang buruk. Yang harum pun yang busuk. Yang indah pun yang jelek. Hidup bukanlah sebuah mimpi. Hidup adalah kenyataan yang mesti dialami bersama dunia seluruhnya. Kita dituntut untuk menyadari hal itu.
Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh.Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.

Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya.


Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ”  akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah.  Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya.  “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan.Lalu, sang  tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”.


Bukankah kita seperti tukang kayu ini, kita kadang-kadang lupa bahwa kita adalah pembuat rumah untuk diri kita sendiri.Ketika kita membangun rumah masa depan kita dengan sembrono, kita akan mendapatkan rumah yang mungkin kita tidak sukai, tapi itulah rumah yang harus kita tempati, rumah yang kita bangun dengan ayunan tangan kita. Kita boleh merasa kecewa ketika kita mendapati kenyataan bahwa rumah kita tidak seindah yang kita impikan, bahkan reok.


Kita boleh merasa kecewa ketika kita harus melalui kehidupan yang tidak menyenangkan, tapi inilah realitas hidup, sedih yang berkepanjangan tidak akan mengubah rumah yang telah kita bangun dengan tangan kita sendiri, oleh karma yang telah kita tanamkan.


Lalu, mari kita kembali pada kehidupan kita yang keras, yang penuh tantangan, ketika segalanya berubah menjadi kacau dan tidak terkendali, ketika kita begitu frustasi. Saat ini, kita masih diberi waktu untuk mengubah rumah masa depan kita, kita masih diberi waktu untuk memperindah setiap sudut ruangan hati kita. Mari kita kembali renungkan apa yang telah kita perbuat selama ini, bagaimana kita membangun rumah kita, seberapa baik kita telah membangun masa depan kita? Disadari atau tidak, kita dapat membangun rumah kecil kita melalui hal-hal sederhana, kita dapat membangunnya melalui pelukan kita pada mama, melalui secangkir kopi yang kita suguhkan pada papa, melalui kecupan selamat pagi untuk pasangan kita, atau melalui aluran tangan kita untuk menuntun bocah-bocah kecil kita.


Ketika damai dalam rumah kecil itu tercipta, kita akan mampu memancarkan cahaya kasih yang terbentuk dari rumah ini melalui uluran tangan kita bagi mereka yang membutuhkannya, kita juga akan mampu membangun kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, kesempatan untuk membangun rumah yang jauh lebih besar dan megah,  yang dapat memberikan kehangatan kasih bagi insan-insan yang mendiaminya. Ketika hal itu tercipta, semua akan terasa indah, masalah yang datang bertubi-tubi akan menjadi batu asah dalam memperindah kualitas hidup kita.


Beban berat yang kita pikul akan menjadi lebih ringan, karena tangan-tangan kasih dari ayah bunda, saudara, kerabat dan teman akan membantu kita melaluinya. Dan kita pun akan menjadi kokoh.   Melalui kesempatan ini, ketika kita  masih ada waktu, selama kita masih diberi kesempatan untuk berbagi kasih, mari kita lakukan hal-hal sederhana itu sekali lagi.  Mari peluk Mama yang di samping kita dan nyatakanlah cinta kita, mari kita kecup kening bocah kecil kita, mari kita genggam tangan pasangan kita dengan mesra, mari kita jabati teman kita dan katakan betapa kita menghargai persahabatan itu dan mari kita maafkan mereka yang pernah menyakiti kita.

Yakinlah, bahwa rumah kita akan semakin ceria dan penuh kasih, rumah kita akan semakin indah di tahun baru ini.Ketika kita telah mampu membangun rumah kecil kita dengan indah, kita juga akan dapat membangun keindahan dunia ini, kita akan mampu menghadirkan surga untuk kita semua. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
”Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin.  Mimpi hari ini adalah Kenyataan Hari esok”

Buat Impian Sekarang Juga


Akhir tahun seperti ini adalah saat yang penting untuk introspeksi atas prestasi yang telah kita capai hingga saat ini dan pada saat yang sama berani merencanakan untuk kemakmuran kita di tahun mendatang. Ada ungkapan yang mengatakan : “Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia merupakan orang yang beruntung. Kalau sama saja, Dia adalah orang yang merugi. Kalau lebih buruk, Dia adalah orang yang celaka”.


Jadi, mumpung masih ada waktu mari kita luangkan waktu untuk sejenak menyepi dan membuat big picture, visi atau impian yang kita inginkan untuk kemakmuran kita di tahun mendatang. Atau dalam bahasa agama, mulailah dengan niat atau nawaitu seperti yang disampaikan dalam hadist arbain an nawawi : “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya……”.


Sebagai penggugah, Bill Gates pernah bermimpi suatu saat dapat menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Sesuatu yang dianggap sulit diwujudkan pada masa itu. Mimpinya itu hari ini menjadi kenyataan dengan menjadikannya sebagai orang terkaya di dunia. Perlu diingat, mimpi dapat mengubah hidup seseorang.


Begitu juga dengan Oprah winfrey, siapa yang tidak kenal nama ini. Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan. Ia memiliki obsesi menjadi manusia sukses yang punya karakter dan ia berhasil.

Masih banyak lagi kisah-kisah luar biasa berhasil diwujudkan orang-orang sukses karena dalam dirinya tertanam mimpi, obsesi dan harapan. Itulah energi yang menghantarkan mereka ke puncak kesuksesan. Mereka berhasil keluar dari derita, mereka berhasil mendobrak pintu kelemahan, mereka mampu mewujudkan harapannya menjadi kenyataan.



Diposting oleh Unknown di 04.16 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Berkas Yance Sudah Sampai di Kejaksaan Tinggi Jabar Jumat, 12 Desember 2014 19:28 WITA + Share Berkas Yance Sudah Sampai di Kejaksaan Tinggi Jabar Net POS KUPANG.COM, BANDUNG - Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas penyidikan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin atau Yance dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk PLTU I Indramayu, kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jumat. "Ya berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jabar. Dia langsung menjalani pemeriksaan," kata Kepala Seksi Penerangan Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Suparman di Bandung, Jumat. Tim Kejaksaan Agung yang membawa Yance tiba di gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pukul 13.00 WIB dan langsung menjalani proses pelimpahan di ruang Pidana Khusus di lantai empat. Tersangka perkara pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU I Indramayu itu dijemput Kejaksaan Agung Jumat pekan lalu di Indramayu. Setelah pelimpahan berkas ke Kejaksaan Tinggi Jawa Bara, maka persidangan Yance akan digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung. (antara)

Jumat, 12 Desember 2014 19:28 WITA


POS KUPANG.COM, BANDUNG - Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas penyidikan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin atau Yance dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk PLTU I Indramayu, kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jumat.
"Ya berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jabar. Dia langsung menjalani pemeriksaan," kata Kepala Seksi Penerangan Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Suparman di Bandung, Jumat.
Tim Kejaksaan Agung yang membawa Yance tiba di gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pukul 13.00 WIB dan langsung menjalani proses pelimpahan di ruang Pidana Khusus di lantai empat.
Tersangka perkara pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU I Indramayu itu dijemput Kejaksaan Agung Jumat pekan lalu di Indramayu.
Setelah pelimpahan berkas ke Kejaksaan Tinggi Jawa Bara, maka persidangan Yance akan digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung. (antara)
Diposting oleh Unknown di 03.48 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 21 Desember 2014

Perbatasan RI-TL, ini kata Jokowi Added by frida on December 21, 2014. Saved under Populer jokowiFoto: Kompas.com. MORAL-POLITIK.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, keadaan masyarakat di sekitar perbatasan belum terperhatikan secara maksimal. Padahal, anggaran untuk daerah perbatasan lumayan besar. Hal itu disampaikan Jokowi, usai berkunjung ke pintu perbatasan Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia pun melihat langsung kondisi masyarakat yang bermukim di perbatasan dengan Timor Leste (TL) tersebut. “Tadi dalam perjalanan dari bandara ke sini (Motaain) kita lihat sendiri terutama yang berada di pinggir (sepanjang jalan ke Motaain) yang kurang terperhatikan sehingga ini yang nanti akan mulai kita kerjakan,” kata Jokowi, saat diwawancarai sejumlah wartawan di atas jembatan Motaain, Sabtu (20/12/2014). Melansir kompas.com, selain itu, kata Jokowi, dirinya akan memperbaiki bentuk pelayanan di perbatasan seperti bea cukai, karantina dan lainnya yang harus terintegrasi dalam satu atap atau satu pintu. Yang paling penting, sebut Jokowi, semua masyarakat bisa dilayani baik yang keluar negeri maupun yang masuk ke Indonesia. ”Tahun depan (2015) akan kita rombak total soal pelayanan di pintu perbatasan (Motaain) ini,” kata dia. Jokowi, mengatakan, anggaran untuk daerah perbatasan sebenarnya sangat besar, namun fokus pembangunannya tidak jelas. Ia pun berjanji akan mengubah hal tersebut.

Perbatasan RI-TL, ini kata Jokowi

Added by frida on December 21, 2014.
Saved under Populer
jokowiFoto: Kompas.com.



MORAL-POLITIK.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, keadaan masyarakat di sekitar perbatasan belum terperhatikan secara maksimal. Padahal, anggaran untuk daerah perbatasan lumayan besar.
Hal itu disampaikan Jokowi, usai berkunjung ke pintu perbatasan Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia pun melihat langsung kondisi masyarakat yang bermukim di perbatasan dengan Timor Leste (TL) tersebut.
“Tadi dalam perjalanan dari bandara ke sini (Motaain) kita lihat sendiri terutama yang berada di pinggir (sepanjang jalan ke Motaain) yang kurang terperhatikan sehingga ini yang nanti akan mulai kita kerjakan,” kata Jokowi, saat diwawancarai sejumlah wartawan di atas jembatan Motaain, Sabtu (20/12/2014).
Melansir kompas.com, selain itu, kata Jokowi, dirinya akan memperbaiki bentuk pelayanan di perbatasan seperti bea cukai, karantina dan lainnya yang harus terintegrasi dalam satu atap atau satu pintu.
Yang paling penting, sebut Jokowi, semua masyarakat bisa dilayani baik yang keluar negeri maupun yang masuk ke Indonesia. ”Tahun depan (2015) akan kita rombak total soal pelayanan di pintu perbatasan (Motaain) ini,” kata dia.
Jokowi, mengatakan, anggaran untuk daerah perbatasan sebenarnya sangat besar, namun fokus pembangunannya tidak jelas. Ia pun berjanji akan mengubah hal tersebut.
Diposting oleh Unknown di 17.31 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

70% Sarana RS. Siloam Kupang Untuk Pasien BPJS Kupang – Suaraindependent.com : Rumah Sakit Siloam yang dibangun di bekas arena pameran kota kupang ini, hari sabtu (20/12/2014) akan diresmikan oleh pemerintah daerah provinsi NTT dan rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta rombongan dari Jakarta. Dalam sesi jumpa pers dengan para wartawan di hotel Aston kupang, Jumat (19/12/2014) siang, manajemen RS.Siloam mengutarakan kehadiran rumah sakit swasta ini di kota berkarang guna menunjukan kepedulian Rs.Siloam terhadap dunia kesehatan di Indonesia timur. Chief Executife Officer (CEO) RS.Siloam, Romeo F.Lledo mengatakan Rs.Siloam kupang adalah rumah sakit siloam yang ke 19 di tanah air berstandar internasional yang fokus pada pasien BPJS. Selain kota kupang di Ntt, sedang dilakukan penjajakan di beberapa daerah lainnya di Ntt yakni Labuan Bajo, Maumere,Waingapu,Atambua dan Rote. Target Manajemen Rs.Siloam sendiri di tahun 2017 akan memiliki 40 unit rumah sakit yang tersebar di seluruh nusantara. Sementara itu, Siloam Hospitals Group Director, dr.Grace Frelita mengatakan ketertarikan manajemen rumah sakit untuk membangun satu unit rumah sakit siloam di kupang adalah menjangkau daerah pelosok Indonesia serta mengutamakan pelayanan yang berkualitas khususnya di bidang kesehatan terhadap masyarakat kota kupang, terutama pasien BPJS. Menurut dr.Grace, sumber daya manusia khususnya di bidang kesehatan di provinsi Ntt terbilang rendah, jumlah dokter spesialis di Ntt pun tidak mencapai 60 orang, oleh karena itu berkaitan dengan spirit Rs.Siloam yakni pemberdayaan SDM Lokal maka direkrutlah tenaga kerja lokal seperti dokter dan perawat serta tenaga medis lainnya untuk dilatih di Jakarta, setelah masa training di Jakarta selama 3-6 bulan, tenaga lokal ini akan bekerja di daerahnya masing-masing. Director Siloam Hoapitals Kupang, dr.Nico Frits mengatakan kapasitas maximal rumah sakit siloam kupang berjumlah 600 bet ditambah lagi fasilitas lainnya seperti kamar operasi,media record,kemo therapy,USG Radiology dan lainnya. Fasilitas sarana dan pra sarana di Rs.Siloam kupang 70% diorientasikan untuk pelayanan pasien BPJS, hal ini menurut dr.Nico sesuai dengan spirit dan semangat manajemen rumah sakit yakni pelayanan kesehatan untuk masyarakat tanpa membedakan kelas sosia


Kupang – Suaraindependent.com : Rumah Sakit Siloam yang dibangun di bekas arena pameran kota kupang ini, hari sabtu (20/12/2014) akan diresmikan oleh pemerintah daerah provinsi NTT dan rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta rombongan dari Jakarta.
Dalam sesi jumpa pers dengan para wartawan di hotel Aston kupang, Jumat (19/12/2014) siang, manajemen RS.Siloam mengutarakan kehadiran rumah sakit swasta ini di kota berkarang guna menunjukan kepedulian Rs.Siloam terhadap dunia kesehatan di Indonesia timur.
Chief Executife Officer (CEO) RS.Siloam, Romeo F.Lledo mengatakan Rs.Siloam kupang adalah rumah sakit siloam yang ke 19 di tanah air berstandar internasional yang fokus pada pasien BPJS. Selain kota kupang di Ntt, sedang dilakukan penjajakan di beberapa daerah lainnya di Ntt yakni Labuan Bajo, Maumere,Waingapu,Atambua dan Rote. Target Manajemen Rs.Siloam sendiri di tahun 2017 akan memiliki 40 unit rumah sakit yang tersebar di seluruh nusantara.
Sementara itu, Siloam Hospitals Group Director, dr.Grace Frelita mengatakan ketertarikan manajemen rumah sakit untuk membangun satu unit rumah sakit siloam di kupang adalah menjangkau daerah pelosok Indonesia serta mengutamakan pelayanan yang berkualitas khususnya di bidang kesehatan terhadap masyarakat kota kupang, terutama pasien BPJS.
Menurut dr.Grace, sumber daya manusia khususnya di bidang kesehatan di provinsi Ntt terbilang rendah, jumlah dokter spesialis di Ntt pun tidak mencapai 60 orang, oleh karena itu berkaitan dengan spirit Rs.Siloam yakni pemberdayaan SDM Lokal maka direkrutlah tenaga kerja lokal seperti dokter dan perawat serta tenaga medis lainnya untuk dilatih di Jakarta, setelah masa training di Jakarta selama 3-6 bulan, tenaga lokal ini akan bekerja di daerahnya masing-masing.
Director Siloam Hoapitals Kupang, dr.Nico Frits mengatakan kapasitas maximal rumah sakit siloam kupang berjumlah 600 bet ditambah lagi fasilitas lainnya seperti kamar operasi,media record,kemo therapy,USG Radiology dan lainnya. Fasilitas sarana dan pra sarana di Rs.Siloam kupang 70% diorientasikan untuk pelayanan pasien BPJS, hal ini menurut dr.Nico sesuai dengan spirit dan semangat manajemen rumah sakit yakni pelayanan kesehatan untuk masyarakat tanpa membedakan kelas sosial
Diposting oleh Unknown di 17.12 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

AKU HARUS BANGKIT

Janganlah merasa terlambat untuk mencapai impianmu. Waktu memang tidak menunggu, tapi kehidupan bisa menyegerakan pencapaian impianmu, jika kamu segera memulai. Tidak ada kata terlambat untuk memulai pencapaian impianmu.
Diposting oleh Unknown di 05.57 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Perogram Kerja LSM MENSA ....pengihauan di tembat Benjaca Desa Atawatung


Diposting oleh Unknown di 05.50 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 10 Desember 2014

Diposting oleh Unknown di 00.32 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jadikan Rudy Soik Whistle Blower atau Justice Collaborator (2

Diskusi Save NTT TPDI dan Kompolnas RI

Rabu, 10 Desember 2014 13:38 WITA

+ Share
Jadikan Rudy Soik Whistle Blower atau Justice Collaborator (2)
POS KUPANG/EDY BAU
Brigpol Rudy Soik diapit dua petugas kepolisian dan digiring ke ke ruangan Kasubdit 4 Tipiter Polda NTT, Rabu (12/11/2014) sore sekitar pukul 17.13 wita. 
POS KUPANG.COM -- Ketua Umum FORMAPI, Sebastian Salang yang adalah putra asal Manggarai Raya, pada diskusi terbatas itu mengemukakan bahwa berbagai persoalan penegakan hukum di NTT sebagaimana disampaikan Save NTT adalah persoalan yang sangat serius dan memprihatinkan.
Sebagai contoh yang paling aktual saat ini, adalah penahanan terhadap  Rudy Soik oleh Polda NTT, yang meskipun atas nama dan atas  alasan dugaan telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan dilakukan sesuai dengan prosedur, akan tetapi penahanan atas Rudy Soik sangat tidak menguntungkan bagi Polri dan bagi kepentingan Penegakan Hukum di NTT, oleh karena pada saat yang bersamaan Rudy Soik  sudah menjadi bintang atau pahlawan bagi publik.
Publik telah frustasi melihat sepak terjang polisi secara umum di Indonesia dan khususnya di NTT,  yang menurut masyarakat belum berpihak kepada kepentingan rakyat kecil.
Karena itu  keberanian Rudy Soik membongkar dugaan keterlibatan oknum Polda NTT dalam kejahatan atau mafia trafficking harus dipandang mewakili suara/aspirasi masyarakat kecil yang diam dan frustasi menghadapi problem pelayanan hukum yang jelek di NTT.
Apalasi itu pada saat yang bersamaan Metro TV menyiarkan hasil wawancara Najwa Sihab dengan Rudy Soik dalam acara Mata Najwa tentang keberaniannya membongkar jaringan mafia trafficking di NTT yang di dalamnya diduga terlibat oknum Polisi di Polda NTT.
Karena itu publik membaca bahwa penahanan Polda NTT  atas diri Rudy Soik sesaat setelah hasil wawancara di Metro TV ditayangkan pada tanggal 19 November 2014, memiliki hubungan yang erat sekaligus  sebagai upaya Polda NTT untuk menutup-nutupi  dugaan keterlibatan anggota Polda NTT dalam kejahatan trafficking.
Membunuh Semangat dan Keberanian Ungkap Kasus
Sebastianus Salang, yang juga bakal Calon Bupati Manggarai Raya itu menegaskan, momen penahanan Rudy Soik sangat tidak tepat karena bukan saja akan menghambat upaya Polda NTT dan masyarakat dalam upaya bersama memberantas kejahatan trafficking di NTT,  akan tetapi juga akan merugikan Polda NTT karena dengan cara demikian maka Polda NTT dianggap menutup bahkan membunuh semangat dan keberanian masyarakat untuk  berpartisipasi dalam memberikan informasi kepada Polri guna memerangi kejahatan trafficking yang semakin meluas di NTT.
Dr. Laode Ida, Ketua Presidium Perhimpunan Indonesia Timur meminta Polri harus segera berbenah diri untuk menyelamatkan NTT dan Indonesia Timur lainnya dari kehancuran  yang sistimatis  akibat  kejahatan yang sering melibatkan oknum Polri di dalam kejahatan seperti yang sementara diduga terjadi di NTT dalam kasus trafficking.
Membenahi hukum dan penegakan hukum bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan karena saat ini soal keadilan sangat dirindukan kehadirannya bagi seluruh masyarakat, tinggal sekarang kemauan poltik dari pemerintah apakah mau dengan sungguh sungguh atau tidak.
Dr. Laode Ida yang mantan Wakil Ketua DPD RI, asal Sulawesi Tenggara ini mengaku memiliki data yang sangat lengkap tentang kondisi di mana terjadi "devisit kapasitas dan kompentensi" dalam pelayanan keadilan di Indonesia Timur akibat by design  dalam kebijakan yang tidak berpihak kepada kita di Indonesia Timur.
Anggota DPR-RI dapil NTT, Dr. Jeffry Riwukore dan Ir. Honning Sany, yang hadir memenuhi undangan Save NTT dan Kompolnas, menyatakan mendukung langkah yang diambil Save NTT karena hal ini sebagai bentuk konkrit dari tanggung jawab Profesi dan sekaligus sebagai pertisipasi masyarakat dalam penegakan hukum.
Oleh karena itu Kompolnas harus menjadikan Save NTT sebagai mitra dialog dalam setiap upaya memperbaiki perilaku polisi di NTT dan Indonesia Timur lainnya.
Jeffry menekankan dialog antara Save NTT dengan Kompolnas harus terus menerus dilakukan dan juga agar diperluas juga dengan melibatkan Anggota DPR-RI asal NTT di Jakarta.
Praktik yang Merugikan Anak NTT
Sementara Honning Sany lebih menekankan dihentikannya kebiasaan buruk adanya pungutan liar dalam penerimaan siswa untuk menjadi Polisi di NTT. Praktek ini sangat merugikan anak-anak NTT sehingga banyak kesempatan dan peluang anak-anak NTT hilang dan dimanfaatkan anak-anak dari luar  NTT melalui jaringan mafia yang sudah tumbuh dan berkembang di NTT.
Koordinator TPDI  Petrus Selestinus, SH. yang juga Pembina Save NTT Ketika diberi kesempatan  terakhir memberikan komentar bahwa rendahnya kualitas pelayan keadilan dan buruknya Penegakan Hukum di NTT dan di Kawasan Timur Indonesia lainnya (Papua, Maluku, Sulawesi dll),  sudah merupakan penyakit yang sangat akut karena dari masa ke masa tidak mengalami perubahan kearah perbaikan mutu pelayanan keadilan dan penegakan hukumnya.
Di sana hukum tidak diterapkan secara hitam putih bahkan bisa direkayasa untuk kepentingan pejabat dan orang kuat di NTT. Jika berhadapan dengan kepentingan rakyat kecil, apalagi yang dianggap bodoh dan buta hukum, dalam bahasa yang populer dikatakan hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas dan ini bukan saja telah menjadi fakta hukum tetapi sudah merupakan fakta sosial karena menjadi kebiasaan sehari-hari yang dipertontonkan kepada masyarakat tanpa merasa malu dan bersalah.
Terlalu banyak kasus-kasus pidana yang melibatkan pejabat-pejabat penting dan orang-orang kaya konconya pejabat dan Polisi di daerah, namun kasusnya boleh nginap bertahun-tahun di Polda, Polres dan Polsek yang penanganannya  tanpa batas waktu yang jelas dan alasan hukum yang tepat.
Mengapa kasus-kasus  itu bisa menginap dan berulang tahun di Polda, Polres dan Polsek-Polsek di NTT. Seorang  Kapolda, Kapolres, Kapolsek dan Pejabat Perwira Polisinya lainnya boleh pindah berkali-kali dari wilayah yang satu ke wilayah yang lain karena dinilai telah berhasil mengabdi dan melayani masyarakat, namun kasusnya tetap membeku di Kantor Polisi.
TPDI punya catatan pembekuan kasus pidana hampir merata di seluruh Kabupaten dan Provinsi di NTT, di mana laporan masyarakat tentang korupsi, trafficking, kejahatan pertambangan, narkoba, judi, lokalisasi PSK, dll dari tahun ke tahun membengkak dibiarkan tanpa penanganan yang profesional.
Rangking beberapa jenis kejahatan di NTT selalu menempati nomor-nomor kecil seperti, Korupsi nomor 1, Trafficking no 1, Narkoba nomor 5 di Indonesia, menggambarkan seolah-olah di NTT masyarakatnya hidup tanpa Polisi, hidup tanpa hukum dan hidup tanpa pemerintah yang berfungsi dengan baik dan benar untuk melindungi masyarakatnya.
Kapolres dan Kapolres Berganti Tangani Kasus yang Sama
Praktek diskriminasi, tebang pilih, jual beli kekuasaan menahan orang, menetapkan orang untuk jadi tersangka, membebaskan seseorang  dari tahanan, menghentikan kasus dll. Menjadi tontonan yang laris manis di NTT.
Salah satu bentuk sinisme masyarakat sekaligus sebagai model baru menyampaikan kritik terhadap kinerja buruk aparat penegak hukum di NTT ialah merayakan ulang tahun untuk kasus-kasus pidana yang membeku di Kepolisian dan Kejaksaan.
Artinya Kapolda, Kapolres dan Kapolseknya sudah silih berganti hingga enam atau tujuh kali, namun kasusnya masih tetap membeku di tangan Polisi atau Jaksa itulah yang diulangtahunkan oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk kritik terhadap Penegak Hukum.
Padahal NTT memiliki tiga  bahkan sekarang lima orang Anggota DPR-RI asal dapil NTT di Komisi III DPR-RI yang membidangi masalah Hukum dan Penegakan Hukum, mereka adalah Setya Novanto, Benny K. Harman, Herman Herry, sekarang ditambah lagi Setya Novanto, Herman Herry, Benny K. Harman, Honning Sanny dan Vicktor Laiskodat. Dengan kekuatan tiga bahkan sekarang  lima Anggota DPR-RI asal NTT di Komisi III bahkan Benny K.
Harman pernah menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR-RI, mestinya kondisi Penegakan hukum di NTT jauh lebih baik dari Provinsi lainnya di Indonesia, bahkan harus menjadi yang terbaik dan  dijadikan model penegakan hukum terbaik di Indonesia, tetapi apa yang terjadi dengan NTT, apa yang mereka lakukan dengan fungsi pengawasan yang mereka miliki, DPR miliki atau apakah mereka sudah menjadi bagian dari mafia-mafia yang ada di NTT? semoga saja tidak dan pasti kita tidak bisa ketemukan jejak-jejak mafia itu karena masyarakat sudah dibutakan dengan berbagai kekuatan yang dimiliki oleh Mafia itu.
Save NTT menegaskan bahwa semua kejadian buruk yang menimpa NTT, Papua, Maluku, Sulawesi dan NTB selama ini oleh karena pusat masih saja menerapkan kebijakan terselubung di mana NTT dan Kawasan Indonesia Timur lainnya ditempatkan sebagai darah destinasi pembuangan pejabat bermasalah, nakal dan yang sudah sulit dibina dengan cara yang biasa.
Aparat Devisit Kapasitas
Mereka membahasakan kebijakan terselubung yang bersifat menghina martabat orang NTT, Papua, Maluku, Sulawesi, NTB dll ini dengan bahasa, "Sebelum dipecat di NTT-kan atau di Papua-kan dulu atau di daerah terpencilkan dulu.
Fenomena-fenomena di mana masyarakat Indonesia Timur selalu kebagian aparat dengan kualifikasi devisit kapasitas/minus kompetensi ini telah menimbulkan pertanyaan
"Apakah masih relevan kita ini bersama-sama ada dalam bingkai NKRI, jika praktek ketidakadilan sebagai sebuah by design pusat tehadap daerah masih diterapkan, apakah generasi muda manusia NTT dan Indonesia Timur lainnya masih  akan tetap menjadi warganegara kelas dua di negeri yang dilahirkan bersama-sama jika diskriminasi dalam segala bentuk dan bidang masih saja dipraktekkan.
Oleh karena itu TPDI dan Save NTT mendesak Kompolnas RI yang kedudukan dan tanggungjawab terhadap Polri yang ideal, berada di bawah Presiden RI  agar segera membenahi, memperbaiki, memutus mata rantai kebijakan yang bersifat merendahkan martabat manusia, dan menghina manusia NTT dan Indonesia Timur lainnya, diakhiri sekarang juga.
Berilah kesempatan kepada putra putri NTT dan Indonesia Timur lainnya sebanyak-banyaknya menjadi Polisi di daerah kelahirannya sendiri karena mereka akan lebih tahu diri/bertanggung jawab untuk menjaga budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Hentikan dan bebaskan putra-putri NTT dari korban akibat  praktek jual beli kesempatan menjadi polisi di NTT yang masih dikuasai oleh mafia penerimaan menjadi polisi dengan harga ratusan juta rupiah jika ingin menjadi polsi.
Jangan Melihat Rudy Soik Tersangka Penganiayaan
Terakhir tentang Rudy soik, TPDI dan Save NTT mendesak Kapolda dan Kajati NTT agar menjadikan Rudy Soik sebagai Whistle Blower atau Justice Collaborator guna membantu Kapolri, Kompolnas dan Masyarakat NTT dalam memberantas kejahatan trafficking di NTT yang diduga dibackingi oleh oknum-oknum Polsi di NTT.
Salah besar jika Kapolda dan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT tidak melihat sisi lain yang sangat berguna dari Rudy Soik yaitu pengetahuannya atas dugaan keterlibatan oknum-oknum Polda NTT dalam mafia trafficking.
Polda NTT tidak boleh menempatkan Rudy Soik semata-mata hanya sebagai orang yang diduga melakukan penganiayaan, sementara informasi penting yang dimiliki Rudy soik  tentang keterlibatan oknum-oknum Polda NTT dalam kejahatan trafficking dinegasikan begitu saja.
Jika hal ini tidak dilakukan maka sulit dihindari persepsi negatif dari publik bahwa penahanan terhadap Rudy Soik adalah bentuk lain dari upaya Polisi NTT untuk menutup rapat-rapat upaya Rudy Soik membongkar dugaan keterlibatan sejumlah oknum Polda   NTT dalam jaringan mafia trafficking sulit dihindari dan hal itu sangat tidak menguntungkan Institusi Polri dalam menghadapi program Nawacita Jokowi-JK.
Polda NTT bisa dinilai sebagai telah melakukan pembangkangan terhadap program Nawacita Presiden Jokowi, karena ternyata Polri sebagai  institusi negara yang seharusnya wajib melindungi rakyat dari segala macam bentuk kejahatan dan ketidakadilan, justru telah berpihak kepada kepentingan yang bertentangan dengan tujuan bernegara.
Polda NTT dituntut segera merealisasikan janji Jokowi-JK dalam sembilan Program Prioritas yaitu negara hadir di saat rakyat merasa hak-haknya sebagai warganegara tercabut oleh sebuah kekuasaan yang tidak berpihak kepada kepentingan rakyat dan kepentingan NKRI. (*/roy)

Berita Terkait: Diskusi Save NTT TPDI dan Kompolnas RI

Diposting oleh Unknown di 00.20 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selamat Datang Penyuluh Swadaya dan “Penyuluh Babinsa”

9 Desember 2014 pukul 10:45
Tantangan, Peluang dan Ujian Eksistensi THL TBPP

“Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”

Kalimat di atas sudah sering kita dengar sehingga kesannya menjadi klise. Namun sepertinya saat ini kita mau tidak mau mesti merujuknya baik terpaksa atau tidak untuk menyikapi perkembangan terkini.

Baru saja kita mengikuti berita yang memuat rencana Pemerintah untuk merekrut 10.000 Penyuluh Swadaya pada tahun 2015. Rencana ini sebenarnya merupakan rencana kebijakan lama yang kini didorong lebih kuat terutama setelah munculnya kebijakan moratorium PNS selama 5 tahun ke depan. Menurut Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)  Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Momon Rusmono langkah ini merupakan bagian dari strategi pembangunan pertanian inklusif yang menitikberatkan integrasi semua pihak. Strategi tersebut menurut Momon membutuhkan peningkatan kualitas SDM pertanian melalui asistensi, penyuluhan dan pendampingan petani kecil.

Hampir pada saat yang sama kita juga mengikuti berita tentang rencana pelibatan Babinsa dari unsur TNI AD untuk berperan sebagai "Penyuluh" Pertanian. Rencana tersebut disampaikan dalam Pembukaan Apel Komandan Satuan secara Terpusat (Apel Dansat) di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah Selasa, 2 Desember 2014. Dikatakan dalam kegiatan Apel Dansat ini, TNI bersama dengan Kementerian Pertanian RI akan bersinergi dalam upaya mendukung program pemerintah dalam swasembada pangan tiga tahun ke depan. Dalam kaitan tersebut, TNI akan menerjunkan para Babinsa sebagai penyuluh pertanian dan memotivasi para petani guna mempercepat proses keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Bagaimana komunitas THL TBPP menyikapi dua rencana kebijakan strategis tersebut ?

Pertama, tentu kita “wajib” mengucapkan selamat datang kepada dua komponen tersebut di arena pendampingan petani guna memperkuat dukungan bagi pencapaian target Swasembada Pangan 2017. Dengan semakin banyak pihak yang terlibat harapannya pekerjaan mewujudkan target besar swasembada pangan akan semakin mudah terwujud.

Kedua, kehadiran kedua komponen baru tersebut bagi Penyuluh dan THL TBPP tidak perlu dipandang atau dianggap sebagai pesaing yang akan berebut peran. Penyuluh swadaya dan Babinsa hadir dengan plus minus yang dimiliki. Penyuluh dan THL TBPP pun memiliki plus minus pada aspek tertentu. Penyuluh swadaya memang dimungkinkan untuk terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan penyuluhan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2006 dalam konteks partisipasif. Babinsa sebagai komponen dari unsur TNI AD yang memiliki konsep dan pemahaman teritorial akan positif keterlibatannya pada aspek pengelolaan ketertiban dan kedisiplinan. Penyuluh dan THL TBPP sebagai pemangku kelembagaan penyuluhan pemerintah memiliki kekuatan dalam pengorganisasian kelembagaan petani dan akses informasi teknologi serta informasi pasar. Alhasil, dalam semangat dan perpektif positif perpaduan ketiga komponen ini jika dikelola dengan baik akan memunculkan kekuatan yang sinergis.

Bagi komunitas THL TBPP sendiri inilah tantangan baru kita sekaligus peluang yang bisa dikelola secara positif. Kini kita perlu segera mereposisi peran dengan mempertajam fokus kegiatan. Jaringan komunitas THL TBPP ini perlu disadari oleh segenap THL TBPP se-Indonesia sebagai kekuatan besar dengan jangkauan luas. Selama ini kita belum optimal memanfaatkannya sebagai kekuatan jaringan informasi pasar dan terkelola secara profesional.

Sedangkan harapan kepada Pemerintah, skema kebijakan baru ini jangan kemudian menjadikannya sebagai alasan untuk berpaling dari kewajiban pelaksanaan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Jika masih belum memungkinkan untuk merekrut Penyuluh Pertanian PNS maka pemerintah masih punya pilihan kewajiban lain yakni merekrut Penyuluh Pertanian PPPK. Dalam hal ini dokumen kesepakatan antara Pemerintah dan DPR RI tertanggal 11 Pebruari 2014 dengan jelas menyebut bahwa Pemerintah akan mengangkat THL TBPP dan THL TB di lingkungan Kementerian Pertanian untuk diangkat menjadi Pegawai ASN baik sebagai PNS maupun PPPK. Semua pihak terkait baik Pemerintah maupun DPR RI wajib hukumnya untuk mengawal dan merealisasikan kesepakatan tertulis tersebut.

Saatnya kita segera berbenah dan menata jaringan komunikasi THL TBPP untuk menangkap peluang baru dan menjawab tuntunan jaman akan eksistensi dan peran THL TBPP.

Link Berita :

1. Kementan Targetkan 10.000 Penyuluh Swadaya

http://www.pikiran-rakyat.com/node/305858#.VIRUI-9RMSY.facebook

2. Sinergi dengan Kementerian Pertanian, TNI akan Terjunkan Babinsa jadi Penyuluh Petani

http://www.tribunnews.com/nasional/2014/12/03/sinergi-dengan-kementerian-pertanian-tni-akan-terjunkan-babinsa-jadi-penyuluh-petani
Diposting oleh Unknown di 00.10 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 09 Desember 2014


Diposting oleh Unknown di 23.20 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 08 Desember 2014

Koleksiku




Diposting oleh Unknown di 21.04 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

LEWOLEBA,FBC- Puluhan anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga. Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan batu.
“Aksi ini sebagai wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna. Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki bukit.
“Desa ini selain berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa. Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira Manuk.
Menurutnya, bukit yang ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam, tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah, juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi, untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

09/02/2014 by BEN No Comments
 
Ketua Karang Taruna Oga desa Lamagute Lodan Paulus Sabon Lelaona saat memantau anggotanya sedang menanam pohon (Foto : FBC/Yogi Making).
LEWOLEBA,FBC- Puluhan anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga. Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan batu.
“Aksi ini sebagai wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna. Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki bukit.
“Desa ini selain berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa. Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira Manuk.
Menurutnya, bukit yang ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam, tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah, juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi, untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)
- See more at: http://www.floresbangkit.com/2014/02/cegah-bencana-longsor-karang-taruna-oga-lodan-tanam-seribu-pohon/#sthash.49EDS7qL.dpuf

Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tanam Seribu Pohon

09/02/2014 by BEN No Comments
 
Ketua Karang Taruna Oga desa Lamagute Lodan Paulus Sabon Lelaona saat memantau anggotanya sedang menanam pohon (Foto : FBC/Yogi Making).
LEWOLEBA,FBC- Puluhan anggota Karang Taruna Oga Lodan Desa Lamagute, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, menggelar kegiatan tanam pohon. Program penghijauan ini didukung oleh Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa Lamagute.
Pantauan langsung di Desa Lamagute, Sabtu (8/2) sedikitnya seribu anakan pohon Tranbesi dan Mahoni ditanam di perbukitan yang berada tepat diatas permukiman warga. Aksi tanam pohon ini guna mencegah bencana tanah longsor dan gulingan batu.
“Aksi ini sebagai wujud nyata dari kecintaan terhadap kampung. Kegiatan ini merupakan program perdana setelah kami dilantik menjadi ketua Karang Taruna. Terima kasih untuk Yayasan Mensa dan Pemerintah Desa yang mendukung kami,” kata Ketua Karang Taruna Oga Lodan, Paulus Sabon Lelaona.
Dijelaskannya, walau bukit tempat mereka menanam pohon itu sudah dipenuhi oleh rimbunan pohon Lamtoro dan Gamal, namun struktur tanah yang labil selalu mengamcam warga dengan bahaya longsor, disamping bahaya gulingan batu dari atas bukit yang sering menghantam rumah warga yang berada dekat di kaki bukit.
“Desa ini selain berada di kaki gunung Ile Lewotolok, juga berhadapan dengan gunung Batutara yang berada di seberang laut. Sehingga desa kami rawan gempa. Ketika terjadi goyangan, banyak batu dari atas bukit terguling dan menghantam rumah warga,” sambung Kepala Desa Lamagute Kornelis Sira Manuk.
Menurutnya, bukit yang ditanami pohon itu merupakan kawasan hutan lindung, dan untuk mendukung program sejuta pohon dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Dia berharap kesadaran pemuda untuk merawat lingkungan ini, bukan sekedar membangun budaya menanam, tetapi bagaimana budaya ini bisa terus lestari dan dipertahankan di masa mendatang.
Sementara itu Direktur Yayasan Mensa, Valentinus Ola kepada floresbangkit.com dari atas bukit penghijauan mengatakan, desa Lamagute dan beberapa desa lain disekitarnya selalu menjadi incaran bencana longsor setiap tahunnya. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya bahaya longsor masih terbilang rendah.
Atas pengamatannya itu, Mensa yang hadir dengan misi Lembata Hijau tergerak untuk membangun kembali kesadaran untuk menanam pohon yang diharapkan bisa bermanfaat ganda.
“Kalau sudah tanam, tentu kita akan kasih tanggungjawab untuk rawat sampai berhasil. Toh nanti untuk mereka juga. Jadi selain untuk menguatkan struktur tanah, juga diharapkan akan berdampak ekonomi bagi warga di masa yang akan datang,” kata Ola.
Ditambahkannya lagi, untuk mewujudkan visi dan misi, Yayasan Mensa fokus pada kegiatan pencegahan bencana dengan program-program penghijaun, terutama disasarkan pada desa-desa yang terletak di kaki gunung Ile Lewotolok. (Yogi Making)
- See more at: http://www.floresbangkit.com/2014/02/cegah-bencana-longsor-karang-taruna-oga-lodan-tanam-seribu-pohon/#sthash.49EDS7qL.dpuf
Diposting oleh Unknown di 20.45 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2015 (4)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2014 (12)
    • ▼  Desember (12)
      • Komunitas Karyawan Muda Katolik Keuskupan Agung Ja...
      • Berkas Yance Sudah Sampai di Kejaksaan Tinggi Jaba...
      • Perbatasan RI-TL, ini kata Jokowi Added by frida o...
      • 70% Sarana RS. Siloam Kupang Untuk Pasien BPJS Ku...
      • AKU HARUS BANGKIT
      • Perogram Kerja LSM MENSA ....pengihauan di tembat ...
      • Tanpa judul
      • Jadikan Rudy Soik Whistle Blower atau Justice Coll...
      • Selamat Datang Penyuluh Swadaya dan “Penyuluh Ba...
      • Tanpa judul
      • Koleksiku
      • Cegah Bencana Longsor, Karang Taruna Oga Lodan Tan...
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.